It’s better to love a girl in a competitive market.

Standard

Anggap saja ini kesekian kalinya saya membuat blog. Dan kesekian kalinya mencoba untuk memulai komitmen menulis yang telah pudar seiring berputarnya waktu dan bergeraknya angin. Kali ini saya mencoba memulai komitmen dengan menulis apa yang mengganggu pikiran saya dan mencoba berkomitmen untuk segera menulis setiap hal yang mengganggu di pikiran saya. Tentang apapun, ekonomi, cinta, sepakbola, persahabatan atau berbagai remeh temeh dinamika hidup. Beruntungnya, kali ini akan dimulai dengan tema favorit kita semua : Cinta.

Sudah 1.582 hari dari semenjak pertama kali memutuskan untuk mencintai seseorang. Rasanya sudah lupa bagaimana terakhir kali merasakan degup jantung tak menentu kala melihat seseorang yang kita simpan namanya di setiap halaman belakang buku tulis sekolah. Sudah lupa rasanya rindu akan senyuman yang terbersit di bawah teriknya siang atau kesenduan paras wajahnya di bawah belaian senja. Fase cinta telah berubah dari passion menjadi komitmen. Dari kekhawatiran akan amarah menjadi sebuah siklus pertengkaran normal yang kehadirannya bisa kita prediksi lebih tepat daripada Bank Sentral memprediksi tingkat inflasi. J

Andai saja 1.582 hari yang lalu adalah hari kemerdekaan. Maka di awal kehidupan kampus, saya ingat betul rasanya berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Ingat rasanya bagaimana Agresi Militer I mengancam kemerdekaan negeri cinta ini. Sayangnya negeri cinta ini mempertahankannya lewat pertumpahan darah, emosi, dan reformasi percintaan yang tak ada juntrungannya. Keras.

Satu hal asumsi cinta yang kami anut, kehidupan cinta haruslah berada pada level informasi yang mendekati sempurna. Sekedar untuk mencegah adanya kegagalan pasar pada cinta atau menghindari kondisi dimana cinta terletak pada equilibrium yang tidak seharusnya dicapai. Oleh karena itu obrolan di setiap pagi dan senja selalu menjadi sarapan dan makanan penutup setiap perjumpaan kami.

Fenomena unik muncul di setiap petang atau bahkan malam hari dalam beberapa hari terakhir. Praktis ada nama baru yang selalu keluar dengan intensitas yang bisa dibilang cukup sering. Informasi yang diberikan terus berada pada kategori yang sama. Dengan pola yang serupa Agresi Militer I, jealousy comes.

Pada saat yang sama, saya berada pada fase transformasi struktural. Sadar akan waktu dan tenaga yang akan terbuang dalam satu tahun ke depan, menjadi lebih baik jadi solusi atas mitigasi hancurnya equilibrium cinta ini. Mengubah diri yang keras kepala menjadi lunak kepala. Dari egois menjadi penyabar. Dari amarah menjadi senyum. Sayangnya, Agresi Militer II ini datang pada waktu yang tidak tepat. Bisa jadi transformasi ini gagal. Bisa jadi pesawat ini tidak jadi lepas landas. Beruntung ada pengalaman dan kedewasaan.

Dalam menghadapi Agresi Militer II bukan air mata yang akan digunakan, bukan juga emosi. Pria harus dihadapi dengan cara pria. Perhatian harus dihadapi dengan perhatian. Cinta harus dibalas dengan cinta. Saya tahu ini kesempatan untuk dapat melakukan perbaikan diri sekaligus usaha mempertahankan kemerdekaan (baca : hubungan). Ditambah lagi sebagai usaha memperbaiki iklim percintaan yang tandus jadi lebih berwarna. Sehingga setiap tulisan akan menjadi bunga dan setiap kata yang keluar akan menjadi bingkisan yang indah.

To conclude, it’s better to love a girl in a competitive market. Semakin banyak pesaing, saya semakin kreatif dalam memberikan ungkapan cinta. Semakin memutar otak untuk mempertahankan cinta. Dan semakin dewasa untuk menemukan solusi atas setiap permasalah cinta.

Semoga dia tidak membaca tulisan ini lalu kemudian membiarkan banyak oknum melakukan agresi untuk mencoba mencintainya. Haha.

Dalam keremangan malam.
18 Desember 2013. 22:08.
Andhika Putra Pratama. J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s