Suara Aku yang Bermimpi

Standard

Mereka bilang ini tahunnya kita
Tapi tak kutemui keinginanku disana
Mereka bilang ini pesta kita
Yang kulihat hanya kebanggaan kaumnya saja

Memang hidup tak mencari yang terbaik
Tapi tak ingin aku dipimpin yang tak laik
Memang hidup tak mencari sempurna
Tapi jujur aku merindukan purnama

 Berdiri aku di sisi kiri
Ada di tempat mereka yang tenar dalam politik
Katanya percaya akan perubahan yang baru
Nyatanya tak selesaikan hutang yang lama

Berdiri aku di sisi kanan
Yang riuh penuh kemerlap nyata dan maya
Katanya mimpiku tak lagi hanya sekedar asa
Nyatanya ia tak juga selesaikan mimpiku sebelumnya

Kudengar hiruk pikuk di sisi kiri
Suara lantang buat telinga terpekik
Perlahan kutajamkan hingar tersebut
Serupa asap di dalam kabut
Tak ada yang bisa diraih

Kudengar hiruk pikuk di sisi kanan
Suara lantang malam dan siang
Perlahan kutajamkan hingar tersebut
Serupa air tumpah dari gelasnya
Terlalu penuh untuk diisi

Aku kira tahun ini aku dapat bermimpi
Aku kira tahun ini aku bisa haturkan asa
Nyatanya, dua sisi yang penuh luka
Tak selesaikan hutang, menatap dosa

Andai peri mimpiku tak datang kembali
Aku rela untuk tetap berdiri
Hidup bukan untuk terus bermimpi
Namun untuk perbaiki hari

Manusia adalah pemikul benci
Yang tak kan hilang ditelan caci
Bangsa ini bosan dicaci
Bangsa ini harus segera berlari

Tak ada guna marah dengan takdir
Kursi pemimpin harus segara ditempati
Satu suara bukan untuk yang paling dicaci
Satu suara untuk yang dapat perbaiki hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s