Memahami Makna Penganugerahan

Standard

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata “award” ? AMI Awards? Dahsyat awards? MTV Movie awards? The Academy Awards aka The Oscars? Banyak kepikiran hal lain? Simpan dulu.

Secara harfiah, award berarti hadiah. Kepada siapa hadiah akan anda berikan? Kepada orang yang anda sayangi? Kepada orang yang anda kagumi? Atau jika anda adalah seorang kakak yang baik, anda biasanya akan mengiming-imingi hadiah bagi adik anda ketika ia mulai berpuasa penuh, atau, ketika ia menang lomba sepeda hias.

Kata award memiliki makna yang sangat luas, apalagi jika memahaminya dengan bahasa Indonesia seperti yang saya contohkan di atas. Namun saya rasa, tidak sulit bagi kita membedakan mana hadiah yang seharusnya diberikan atas sebuah kemenangan dalam kompetisi, dan mana hadiah yang seharusnya dianugerahkan kepada orang yang anda kagumi.

Untuk sebuah event berjenjang, hadiah layak untuk diperlombakan. Tujuannya adalah aktualisasi diri dalam medan yang kompetitif. Membawa nama pihak yang ia wakili dalam tahapan yang lebih kecil, untuk ia wakilkan kembali dalam tahapan yang lebih besar. Mungkin semacam Abang None Jakarta? Puteri Indonesia? Miss Universe? That’s a competition. Mereka yang merasa dirinya terbaik, memiliki kompetensi, dan memenuhi syarat dalam kompetisi, wajar untuk mendaftar. Dan tepat bagi penyelenggara, untuk memperlakukan event tersebut sebagai sebuah kompetisi dengan membuka pendaftaran.

Lain hal-nya dengan hadiah yang dianugerahkan. Tujuannya bukan kompetisi. Tapi memberikan apresiasi pada mereka yang menghenyakkan kita dengan pemikirannya, tingkah laku-nya, prestasinya, dengan segala perbuatan dalam hidupnya. Contoh, penghargaan Wirakarya Adhitama yang diperoleh Prof. Ali Wardhana, atau Lifetime Achievement Awards yang diperoleh Deddy Mizwar dalam Festival Film Bandung. Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi, bukan sebagai hadiah untuk sebuah kompetisi. Salah jika Prof. Ali Wardhana atau Deddy Mizwar mendaftarkan diri untuk menerima penganugerahan tersebut. Salah jika penyelenggara Festival Film Bandung membuka registrasi pendaftaran untuk kategori Lifetime Achievement Awards. Dan lebih aneh lagi jika Deddy Mizwar berkompetisi untuk memenangi hadiah tersebut. Jika hal tersebut terjadi, hilang sudah makna dari penganugerahan.  Tak usah lagi gunakan kata ‘awards’.

Penganugerahan esensinya adalah bentuk apresiasi dan penghormatan yang diberikan kepada orang yang kita kagumi, yang menginspirasi kita, tanpa perlu disadari oleh orang tersebut. Apresiasi bukan untuk dilelang, apalagi diperlombakan.

Advertisements