Buckle Up! Ramadhan is underway.

Standard

Kita tidak akan pernah kehilangan orang yang memiliki global competence.
Kita juga tidak akan pernah kekurangan orang-orang yang punya grassroot understanding.
Tapi kita sulit untuk menemukan orang yang memiliki keduanya.
(Anies Baswedan)

Dua kalimat itu cukup untuk menjelaskan segala hal. Di kampus misalnya, mudah kita temui insan-insan cerdas bergelimang prestasi, mudah pula kita temukan mereka yang dilabel sebagai aktivis. Tapi untuk mendapatkan orang yang memiliki keduanya? Menghitung dengan satu jari pun masih bersisa.

So, what’s the point? Hidup kita sekarang semakin membuat kita geleng-geleng kepala. Sesat pikir dimana-mana. Baik tentang dunia maupun akhirat. Mereka yang paham betul tentang dunia, mengabaikan akhirat, tidak segan menyindir keberadaan Tuhan, atau sekedar meragukan logika ketuhanan yang tidak perlu diperdebatkan. Pun terkadang mudah sekali untuk anti-Islam, membenci mereka yang berteriak dengan embel-embel agama. Buat apa?. Di sisi lain, begitupun bagi mereka yang paham benar dengan akhirat, menggunakan niat baik untuk menyampaikan ajaran Allah, tapi abai dengan kenyataan bahwa manusia adalah insan yang berpikir. Tidak jarang menggunakan analogi (cocok-logi) yang membuat kita mengernyitkan dahi, atau tidak segan mengerdilkan pihak yang dianggap berlawanan dengan ajaran yang dipahami. Pun dengan para pemimpin yang mengidentikkan dirinya begitu dekat dengan agama, namun kemudian membuat keputusan dan kebijakan yang sering berlawanan dengan dasar-dasar beragama dalam Islam, yang bahkan mudah tuk dipahami pun hanya dengan akal sehat.

Apa yang terjadi di atas, lengkap untuk disatukan. Kita tidak pernah kekurangan orang-orang yang paham akan dunia, kita juga tidak akan pernah kekurangan orang-orang yang paham akhirat. Tapi untuk mencari orang yang paham keduanya? Wallahu alam bis sawwab.

Kembali ke bulan Ramadhan adalah bentuk rasa cinta Allah pada kamu, dan aku. Mungkin kita berkali-kali menyia-nyiakan Ramadhan, tapi Allah telah memutuskan untuk mempertemukan kita kembali pada bulan ini, untuk memperbaiki apa yang kita sesali di waktu-waktu sebelumnya. Ramadhan adalah momentum untuk berbenah, memulai kembali kebiasaan yang baik. Ramadhan adalah tempat kita belajar agar tidak hanya menjadi insan yang paham dunia, namun juga paham akhirat. Ramadhan membantu kita mendewasakan diri kita agar tidak terjerumus pada ucapan ucapan yang menuju pada keraguan akan Islam, seraya saling menasehati dalam kebenaran. Ramadhan adalah sarana pembersihan diri, membuka lembar baru dalam hubungan terhadap Allah dan hubungan sesama manusia.

Marhaban Yaa Ramadhan. Semoga diri kita terus berada pada jalan untuk menjadi orang yang tidak hanya memahami dunia, namun juga memahami akhirat. Buckle up! Enjoy the holy month!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s